Tokyo, 3 September 2025 — Mantan Ketua Suntory Holdings, Shin Arata, menggelar konferensi pers usai resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada 1 September lalu. Dalam kesempatan tersebut, Arata juga menyatakan akan menangguhkan sementara aktivitasnya sebagai perwakilan utama Keidanren (Federasi Bisnis Jepang) menyusul sorotan publik terkait dugaan pelanggaran impor suplemen kesehatan.
Arata menegaskan dirinya tidak melakukan pelanggaran hukum. Ia mengaku membeli suplemen tersebut di Amerika Serikat melalui rekomendasi kenalan, dengan keyakinan bahwa produk itu legal digunakan di Jepang. “Saya tidak melanggar hukum. Suplemen itu legal, dan saya memesannya melalui kenalan. Produk tersebut tidak saya bawa sendiri, melainkan dikirim melalui pihak ketiga ke rumah saya,” ujarnya.
Meski demikian, kasus ini tengah mendapat perhatian serius, terutama setelah otoritas di Prefektur Fukuoka melakukan penyelidikan lebih lanjut. Keputusan Arata untuk mundur dari posisi Ketua Suntory diambil demi menjaga integritas perusahaan, namun ia menekankan bahwa terkait posisinya sebagai wakil utama Keidanren, keputusan akhir akan diserahkan kepada dewan organisasi tersebut.
Selama Arata menangguhkan aktivitasnya, tugas perwakilan Keidanren akan dijalankan oleh Wakil Ketua JT (Japan Tobacco), yang kini ditunjuk sebagai pejabat sementara.
Kasus ini menjadi sorotan publik Jepang karena menyangkut figur penting di dunia bisnis, sekaligus membuka kembali diskusi mengenai transparansi dan kepatuhan etika eksekutif perusahaan besar. Suntory Holdings sendiri, salah satu konglomerat minuman terbesar di Jepang, menyatakan akan terus berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen dan mitra bisnis. ( ANN News )
Artikel Terkait
Indosiar Sambut Ramadan 1447 H dengan Program Dakwah dan Hiburan Unggulan
U23 Vietnam Raih Medali Perunggu Asia Usai Tundukkan Korea Selatan Lewat Adu Penalti
Ferrari Resmi Meluncurkan SF-26, Awali Era Baru Formula 1 Musim 2026
INDOSIAR dan MENTARI TV Hadirkan “Ramadan Penuh Berkah” dan “Ramadan Ceria” 1447 H