• Minggu, 05/04/2026
Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

China Genjot Pengembangan Jet Tempur Generasi Keenam, Tantang Dominasi Udara AS

- Minggu, 31/08/2025
China Genjot Pengembangan Jet Tempur Generasi Keenam, Tantang Dominasi Udara AS
jet tempur generasi kelima J-20 Mighty Drago

Beijing, 31 Agustus 2025 — Persaingan udara global memasuki babak baru. Setelah sukses mengoperasikan jet tempur generasi kelima J-20 Mighty Dragon, China kini tengah menguji prototipe jet tempur generasi keenam yang digadang-gadang mampu menyaingi bahkan melampaui teknologi Amerika Serikat.

Dalam beberapa pekan terakhir, rekaman dua pesawat tempur futuristik milik China terlihat mengudara. Pesawat tersebut diyakini sebagai J-36 dan J-50, rancangan terbaru dari Chengdu Aircraft Corporation dan Shenyang Aircraft Corporation.

Dua Kandidat Utama: J-36 dan J-50

J-36 disebut sebagai jet ambisius berukuran raksasa, dengan panjang hingga 22 meter dan rentang sayap 20 meter. Diduga menggunakan tiga mesin, pesawat ini diperkirakan mampu menembus radius tempur hingga 3.000 km dan membawa muatan dua kali lipat jet generasi kelima. Analis menduga J-36 tidak hanya berfungsi sebagai pesawat tempur, tetapi juga pusat komando udara untuk mengendalikan drone tempur.

J-50 berukuran lebih kecil dengan desain tanpa ekor (tailless). Meski dinilai kurang lincah dibandingkan jet generasi kelima, pesawat ini diperkirakan berperan sebagai pesawat tempur konvensional, bahkan berpotensi dioperasikan dari kapal induk Angkatan Laut PLA.

Persaingan Global

Pengembangan jet generasi keenam bukan hanya dilakukan China. AS, Rusia, Inggris, dan Uni Eropajuga sedang mengembangkan prototipe serupa. Di Washington, proyek Next Generation Air Dominance (NGAD) masih dirahasiakan, sementara Pentagon baru saja memperkenalkan B-21 Raider, bomber siluman generasi terbaru.

China, yang sebelumnya mengandalkan teknologi hasil lisensi Uni Soviet, kini menunjukkan lompatan signifikan. Dari J-8 generasi ketiga, berlanjut ke J-11 dan J-16 generasi keempat, hingga kini memiliki J-20 yang telah aktif bertugas, PLA Air Force ingin memastikan dominasi udara jangka panjang.

Bayangan Konflik di Taiwan

Meski belum ada tanda-tanda konflik langsung, para analis menilai Taiwan bisa menjadi ajang pembuktian jet generasi terbaru. Dengan dukungan AS yang memasok jet F-16 dan alutsista modern, Taiwan masih bergantung pada kekuatan udara untuk menghadapi ancaman. Namun, militer China diperkirakan akan berusaha melumpuhkan kekuatan udara Taiwan sejak awal jika terjadi eskalasi.

“Jet generasi keenam seperti J-36 dapat membuka koridor aman bagi Angkatan Laut dan Angkatan Udara China dengan kemampuan serangan jarak jauh, bahkan hingga ke rantai pulau kedua,” ujar seorang analis militer.

Masa Depan Perang Udara

Meski jumlah produksi dan jadwal operasional masih dirahasiakan, jelas bahwa pertarungan udara masa depan akan dipimpin oleh pesawat generasi keenam. Dengan kombinasi kecerdasan buatan, komando drone, serta daya jelajah tinggi, konflik udara di abad ke-21 akan berbeda jauh dari era Perang Dunia II.

Tags

Artikel Terkait

Terkini