JAKARTA – Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Nikita Mirzani kembali memanas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 7 Agustus 2035. Jaksa Penuntut Umum (JPU) melayangkan keberatan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pengacara terdakwa, Fahmi Bachmid, kepada saksi ahli, Dokter Samira ( Doktif )
Adu argumen sempat terjadi antara Fahmi Bachmid dan JPU. Fahmi Bachmid, dengan nada meninggi, meminta JPU untuk tidak terus-terusan keberatan terhadap pertanyaan yang diajukannya. "Jangan suka keberatan ini kalau ada pertanyaan yang tidak cocok dengan Anda punya selera, Anda diam. Ini hak saya!" tegas Fahmi, yang kemudian dibalas oleh JPU dengan meminta Fahmi untuk bersikap lebih tenang.
Fahmi Bachmid dalam sidang kali ini berusaha mendalami motivasi Dokter Samira dalam mengulas produk-produk skincare di media sosialnya. Ia menanyakan apa tujuan mulia yang ingin dicapai oleh saksi. Dokter Samira menjawab bahwa tujuannya adalah menghentikan budaya flexing di TikTok yang merusak generasi muda, serta agar masyarakat lebih cerdas dalam memilih produk kecantikan.
"Yang pertama adalah berhentinya budaya flexing di TikTok yang merusak generasi bangsa, anak bangsa. Itu yang pertama. Dan alhamdulillah saya sudah berhenti seperti itu," ujar Dokter Samira. Ia juga menambahkan, ia ingin masyarakat lebih pintar menyimpan uang dan tidak mudah tergiur iklan yang berlebihan.
Dokter Samira Sebut Ada Mafia Skincare
Selain itu, Dokter Samira mengungkapkan banyak aduan dari masyarakat mengenai produk skincare yang bermasalah. Salah satunya adalah produk "Grafikia Snow White" yang disebutnya berbentuk serbuk dengan kadar gula tinggi. Serbuk ini, menurutnya, dianjurkan untuk diletakkan di bawah lidah, yang mengakibatkan masalah kesehatan pada penggunanya, seperti gigi keropos dan gula darah tinggi.
Ketika ditanya oleh Fahmi Bachmid mengenai mafia skincare, Dokter Samira. membenarkan adanya kelompok yang mengeruk keuntungan dari masyarakat. "Kalau dikatakan sebagai mafia maksudnya pengertian dari mafia adalah mengeruk keuntungan dari masyarakat sebanyak-banyaknya," jelasnya. Ia juga menyebut produk Grafikia sebagai bagian dari mafia skincare tersebut.
Fahmi Cecar Saksi Soal Komunikasi dengan Nikita Mirzani dan Dr Oki Pratama
Fahmi Bachmid kemudian mencecar Dokter Samira dengan pertanyaan seputar komunikasinya dengan Nikita Mirzani dan Oki Pratama. Fahmi membeberkan percakapan yang ia ingat, di mana Oki meneleponnya dan mengatakan, "Si Nikita Mirzani itu udah gua sumpel mulutnya. Kalau sampai dia macam-macam, gua laporin ke polisi." Dokter Samira tampak lupa-lupa ingat, tetapi akhirnya membenarkan bahwa percakapan tersebut terjadi di bulan Desember 2034.
Persidangan sempat dihentikan oleh hakim karena waktu yang terbatas. Hakim mempersilakan JPU dan pengacara untuk melanjutkan persidangan di lain hari jika masih ada pertanyaan yang ingin diajukan.
Artikel Terkait
Afan dan Valen Jadi Panutan Ajang Band Academy Indosar
Titiek Haryati Hadiri Sidang Pledoi Ammar Zoni sebagai Pemerhati, Soroti Pentingnya Rehabilitasi
Eli Murni Matuo Ammar Zoni Harap Rehabilitasi, Pledoi Jadi Penentu Nasib di Persidangan
Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan