JAKARTA – 18 Juli 2025 Aktris muda Basmalah Mari tampil ceria saat ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (18/7). Selama tiga tahun penuh aktif di lokasi syuting, Basmalah membagikan cerita soal kedekatannya dengan lawan mainnya, Raden Rakha, serta dukungan luar biasa dari para penggemar.
Meski hubungan keduanya ramai dibicarakan publik, Basmalah enggan memberi label. “Go public? Enggak juga sih. Aku juga bingung jawabnya gimana,” ucapnya sambil tersenyum malu.
Namun, Basmalah tak menampik bahwa sosok Rakha punya tempat spesial. “Dia orang yang sangat baik, pengertian, religius juga. Dia benar-benar menjaga, enggak cuma aku tapi semua teman di lokasi. Background-nya juga dari pesantren, jadi udah kelihatan,” ungkap Basmalah.
Chemistry keduanya di layar kaca memang menjadi perhatian. Dari karakter Naura-Rasya, Ilham-Mala, hingga terbaru Mutiara-Kenzo, mereka terus dipercaya membintangi sinetron bersama. “Setiap karakter beda, jadi chemistrynya harus dibangun ulang. Tapi alhamdulillah selalu ada dukungan dari fans,” ujar Basmalah.
Salah satu bentuk dukungan yang paling menyentuh adalah ketika fans dari luar kota datang langsung ke lokasi hanya untuk memberi semangat. “Ada yang jauh-jauh dari Bandung ke Jakarta cuma buat foto atau peluk, itu bikin aku terharu banget,” tuturnya.
Basmalah pun termasuk aktris yang aktif membaca komentar dari fans, terutama lewat TikTok. “Kalau lucu aku balas, kalau ada doa-doa baik aku aminin. Tapi kalau IG biasanya dipegang mama dan kakakku,” jelasnya.
Ia juga tak menutup kemungkinan menggelar event bersama fans sebagai bentuk apresiasi. “Biasanya sih dari fanbase, pas anniversary, habis menang award atau syuting, kita makan bareng.”
Ketika ditanya soal kemungkinan bermain film atau series bersama Rakha di luar sinetron, Basmalah mengaku pernah ada tawaran. “Pernah sih, tapi aku kurang tahu detilnya karena itu urusannya manajer. Kalau berdua sih pasti temanya romance, ya. Tapi kalau aku sendiri pengin banget peran yang action atau berat.”
Di sinetron terbarunya, Basmalah sempat merasa karakternya belum sepenuhnya lepas dari peran lama. Namun berkat dukungan sutradara dan tim, ia terus berkembang. “Kadang masih ke-bawa Naura. Tapi selalu diingetin dan aku belajar terus.”
Terlepas dari pujian maupun kritik yang datang, Basmalah memilih tetap rendah hati. “Komentar apapun aku anggap pelajaran. Enggak boleh terlalu percaya diri, enggak boleh juga terlalu puas.”
Artikel Terkait
Fadli Zon: Film “Darah dan Doa” Jadi Tonggak Sejarah, Restorasi Arsip Perfilman Akan Dipercepat
Fadli Zon: Kekurangan Layar Bioskop Jadi Tantangan, Potensi Film Indonesia Sangat Besar
Brasil Bangkit, Tumbangkan Kroasia 3-1 di Orlando
Joko Anwar Soroti Potensi dan Tantangan Perfilman Indonesia di Hari Film Nasional