• Jum'at, 15/05/2026

Gibran Rakabuming Ajak Fokus Hilirisasi dan AI, Tegaskan Bonus Demografi Harus Jadi Peluang Emas

- Senin, 14/07/2025
 Gibran Rakabuming Ajak Fokus Hilirisasi dan AI, Tegaskan Bonus Demografi Harus Jadi Peluang Emas
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka

Jakarta — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, kembali menegaskan pentingnya fokus nasional pada hilirisasi, pengembangan kecerdasan buatan (AI), dan optimalisasi bonus demografi Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri forum bersama peserta Pendidikan P4N dan PE3N di Lemhanas, Jakarta, Senin (14/7/2025).

Dalam pidatonya, Wapres Gibran menyoroti berbagai tantangan global mulai dari geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi yang harus dihadapi Indonesia secara strategis. Ia mengajak semua peserta forum aktif memberi masukan konkret kepada kementerian dan instansi terkait demi penyempurnaan roadmap pembangunan nasional.

“Fokus kita jelas: hilirisasi industri, swasembada energi, swasembada pangan, dan penguatan SDM berbasis teknologi. Jangan sampai bonus demografi kita lewat begitu saja,” tegas Gibran.

AI dan Hilirisasi Jadi Andalan Baru Indonesia

Wapres menyambut positif usulan peserta forum dari unsur militer dan pendidikan yang mendorong agar Indonesia berinvestasi di bidang AI di negara-negara nonblok. Selain itu, pengembangan riset dan hilirisasi produk lokal — mulai dari nikel, baterai EV, hingga kemenyan — disebut akan menjadi pilar ekonomi masa depan.

“Dulu Presiden Soekarno bisa jadi pemimpin negara-negara nonblok tanpa uang. Sekarang kita punya potensi lebih besar, tinggal bagaimana kita manfaatkan kekuatan itu lewat AI dan hilirisasi,” kata Gibran.

Ia juga menyinggung pentingnya penguatan program-program pendidikan berbasis teknologi digital, coding, hingga AI di sekolah-sekolah, termasuk lewat inisiasi Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda.

Kemandirian Pangan dan Infrastruktur Pertanian Diperkuat

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga memaparkan capaian sektor pangan nasional. Ia menyebutkan bahwa stok beras Indonesia mencapai angka tertinggi dalam 23 tahun terakhir, yaitu 4,25 juta ton. Pemerintah juga telah memangkas 145 regulasi yang tumpang tindih di sektor pertanian serta membangun 53 bendungan baru dan 366 ribu km jalan produksi desa.

“Ke depan, kami dorong penggunaan drone untuk pupuk dan pestisida serta AI untuk mengecek pH tanah di lahan-lahan pertanian,” tambahnya.

Pesan Penting: Turun ke Lapangan dan Kolaborasi Tanpa Ego Sektoral

Menutup pidatonya, Wapres Gibran berpesan agar seluruh pejabat dan peserta forum tidak hanya bekerja dari balik meja, tapi rutin turun ke lapangan berdialog langsung dengan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga tanpa ego sektoral untuk mewujudkan Indonesia Emas.

“Kita harus satu visi, satu komando, membangun bangsa ini bersama-sama. Tidak ada negara yang bisa tumbuh di situasi tidak kondusif. Kita harus jaga stabilitas, percepat program hilirisasi, dan siapkan SDM unggul,” pungkasnya.

Acara ini juga diisi diskusi seputar AI, geopolitik, hingga kemandirian energi dan pangan, dihadiri peserta dari berbagai unsur TNI, Polri, akademisi, hingga tokoh masyarakat.

Tags

Artikel Terkait

Terkini