Bali, Indonesia — Tak sekadar datang untuk berfoto di pantai atau resor mewah, pasangan traveler Nick dan Matild memilih jalan berbeda. Dengan camper 4x4 Land Rover Defender bernama Albatross, mereka memulai petualangan keliling dunia, dan kini tiba di Bali, Indonesia, setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Prancis.
Namun, bukan Bali Instagram yang mereka cari. Pasangan ini ingin mengenal Bali asli, bertemu warga lokal, menyelami budaya Hindu Bali, hingga mendaki gunung-gunung sakral di pulau ini.
“Kami ingin merasakan Bali yang sesungguhnya, bukan versi katalog wisata,” ujar Nick dalam vlog perjalanan mereka.
Petualangan dimulai di Gunung Batur, di mana mereka menyusuri jalur lava sisa letusan 1963. Tak berhenti di situ, keduanya kemudian menghadapi tantangan pendakian Gunung Agung — gunung paling sakral di Bali — bersama pemandu lokal, Wayan, yang tak hanya seorang ultra-runner, tapi juga kepala sekolah desa setempat.
“Gunung Agung bukan sekadar gunung, ini tempat suci. Setiap pendaki wajib izin dan didampingi pemandu,” jelas Wayan.
Malam itu, mereka mendaki dalam hujan menuju puncak 3.031 meter demi mengejar matahari terbit. “Pemandangannya luar biasa. Kawahnya penuh warna, dan saat sunrise, bayangan gunungnya memotong langit,” kata Matild.
Selain petualangan alam, Nick dan Matild juga menyambangi rumah warga, menikmati masakan rumahan, hingga belajar adat setempat. Salah satunya bersama Andy Pu, pemilik restoran keluarga yang juga penggemar Land Rover. Di sana, mereka diajak mencicipi aneka hidangan khas Bali dan merasakan hangatnya keramahan masyarakat.
Di Amed, desa nelayan yang kini menjadi pusat freediving dan scuba diving, pasangan ini menutup petualangan mereka dengan menyelam di bangkai kapal Liberty yang telah menjadi rumah bagi ribuan terumbu karang.
“Bali memang berubah, tapi semangat dan keasliannya masih kuat dijaga warganya,” ujar Nick.
Setelah seminggu berkeliling, mereka akhirnya menyeberang ke Pulau Jawa dengan ferry, meninggalkan Bali dengan kesan mendalam.
“Saya datang ke sini dengan harapan rendah, tapi pulang dengan hati penuh. Ini bukan Bali Instagram, ini Bali yang sesungguhnya,” tutup Matild.
Petualangan mereka bisa terus diikuti melalui kanal media sosial dan vlog Meridian Expedition yang kini sudah memasuki hari ke-1.166 perjalanan keliling dunia.
Artikel Terkait
Trackhouse Aprilia Cetak Sejarah, Raih Kemenangan Perdana di MotoGP Australia
Rihanna Cetak Sejarah, Artis Wanita Pertama Tembus 200 Juta Sertifikasi Single di AS
Lorenzo Musetti Tampil Memukau, Lolos ke Babak Berikutnya di Barcelona
Deretan Inovasi Otomotif Masa Depan: Dari Skuter Ekstrem hingga Mobil Listrik Berbasis Surya