• Jum'at, 01/05/2026
Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Indonesia dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Bersejarah Soal Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif

- Minggu, 13/07/2025
Indonesia dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Bersejarah Soal Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen( dok Sekneg )

Brussels, 13 Juli 2025 — Setelah melewati proses negosiasi selama lebih dari satu dekade, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan politik terkait Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif. Pengumuman ini disampaikan dalam pertemuan resmi antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussels, Minggu (13/7).

Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin menegaskan pentingnya kemitraan strategis di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Presiden von der Leyen menyebut, “Di saat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi melanda, kemitraan seperti Uni Eropa dan Indonesia harus semakin erat. Hari ini, kita mengambil langkah besar dengan menyepakati perjanjian perdagangan bebas yang ambisius.”

CEPA ini diharapkan membuka peluang besar bagi kedua pihak, menciptakan akses pasar yang lebih luas, memperkuat rantai pasok bahan baku penting untuk transisi energi bersih dan digital, serta meningkatkan kerjasama di bidang pertanian, otomotif, hingga jasa.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya kesepakatan ini. “Setelah 10 tahun negosiasi, hari ini kita berhasil mencapai titik temu strategis. Tidak ada lagi item yang menjadi ganjalan antara Indonesia dan Uni Eropa. Saya yakin kemitraan ini akan menjadi contoh positif di era ketidakpastian global,” ujarnya.

Selain soal perdagangan, pertemuan tersebut juga membahas penguatan hubungan geopolitik, komitmen terhadap ketertiban berbasis hukum internasional, serta rencana peningkatan status hubungan menjadi Strategic Partnership dalam waktu dekat.

Salah satu kabar baik lainnya adalah keputusan Uni Eropa untuk menerapkan visa cascade bagi warga negara Indonesia. Dengan kebijakan ini, WNI yang telah melakukan kunjungan kedua ke Uni Eropa akan berhak mendapatkan visa Schengen multi-entry, yang memudahkan aktivitas perjalanan, investasi, pendidikan, dan hubungan sosial-budaya antara kedua kawasan.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia memandang Eropa sebagai kekuatan penting dalam tatanan dunia multipolar. “Kami di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, menganggap Eropa tetap sebagai pemimpin dalam banyak aspek peradaban modern. Dunia semakin kecil, dan kita butuh kekuatan besar yang berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas,” kata Presiden Prabowo.

Kesepakatan ini disebut sebagai terobosan diplomatik penting yang tak hanya membawa dampak ekonomi, tapi juga memperkuat posisi strategis Indonesia di kawasan ASEAN dan panggung global.

Tags

Artikel Terkait

Terkini