Tokyo — Boy group asal Jepang, ONE OR EIGHT, resmi mencatat sejarah baru dalam industri musik internasional. Grup beranggotakan delapan orang ini telah menandatangani kontrak global bersama Atlantic Music Group, salah satu label musik terbesar di Amerika Serikat, menjadikannya salah satu grup Jepang pertama yang berhasil meraih kesepakatan di level ini.
Debut single mereka di bawah naungan Atlantic, berjudul “365”, dijadwalkan rilis pada 18 Juni mendatang (pukul 00.00 JST). Lagu ini disebut sebagai karya terbesar mereka sejauh ini, menggabungkan chorus yang emosional dengan ketukan sederhana namun kuat. Ditulis bersama Nasri, musisi sekaligus produser hitmaker di balik karya Justin Bieber dan MAGIC!, “365” dihadirkan sebagai lagu cinta yang relevan untuk didengarkan sepanjang tahun.
Sejak debut, ONE OR EIGHT telah menggandeng sejumlah nama besar di industri musik global, di antaranya Ryan Tedder (OneRepublic) hingga rapper nominasi Grammy Big Sean. Kiprah mereka makin mencuri perhatian lewat lagu “DSTM”, yang menjadi lagu pertama di dunia yang secara resmi diizinkan menggunakan sampel dari lagu ikonik Rihanna, “Don’t Stop The Music” — yang juga sebelumnya mengambil sampel dari Michael Jackson.
“DSTM” sukses masuk tangga lagu di 14 negara, meraup lebih dari 10 juta penonton di platform video musik, dan mencatatkan sejarah sebagai boy group Jepang pertama yang menembus Top 40 Mediabase AS, dengan posisi puncak di #36, hanya dalam waktu 10 bulan setelah debut. Tak hanya itu, grup ini juga tampil di 11 episode acara musik Korea — rekor tersendiri untuk grup asal Jepang.
Tom Phillips, Head of Marketing Atlantic Music Group, menyambut antusias kemitraan ini. “Debut ONE OR EIGHT di radio Top 40 AS adalah tonggak besar bagi J-pop dan budaya pop global. Kami sangat bersemangat bermitra dengan Avex untuk melanjutkan momentum mereka dan memperkenalkan grup ini ke audiens AS yang lebih luas,” ujarnya.
Tak hanya aktif merilis karya, awal April lalu, ONE OR EIGHT menggelar tur fan meeting bertajuk “SHŪKAI” di lima kota di Amerika Utara dan Latin, yang disambut meriah oleh ribuan penggemar. Tingginya permintaan internasional pun membuat mereka mengumumkan jadwal fan meeting tambahan di Thailand dan Jepang.
Single “365” tak hanya menjadi lagu cinta, tapi juga simbol perjalanan ONE OR EIGHT bersama penggemar, tentang keinginan untuk terus hadir di sisi mereka setiap hari. Dengan lagu ini, grup tersebut terus memperluas pengaruh J-pop di kancah musik internasional — mengajak penggemar menikmati perjalanan bersama, satu hari dalam satu waktu.
Artikel Terkait
Suku Korowai Papua: Kehidupan di Rumah Pohon dan Tradisi yang Bertahan di Tengah Hutan Tropis
Eric Nam Curahkan Luka Perpisahan Lewat Single Emosional “Miss Me More”
ZIMMERMANN Cruise 2027 di Cap d’Antibes: Perpaduan Glamor Riviera dan Semangat Pemberontak Australia
Lamis Kan Rilis Lagu Patah Hati Penuh Emosi tentang Pengkhianatan dan Perpisahan